Sabtu, 18 Februari 2012

Zakat (Makalah)

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar belakang
Dengan nama Allah yang lagi maha penyayang yang telah mengutus nabi Muhammad saw, untuk menyampaikann agama yang hak, memberi  petunjuk kepada segenap manusia kejalan kebaikan terutama mengenai zakat.Dimana zakat merupakan salah satu dari rukun islam yang haruus di penuhi oleh umat islam. Zakat ini, terdiri dari zakat fitrah, zakat mal, dan zakat kontemporer yang pada tujuannya untuk mensucikan harta yang kita miliki Karenna boleh jadi di dalam harta kita  ada juga harta orang lain. olehnya itu, kita di wajibkan untuk membayar zakat agar hubungan kita sesama  kaum muslim lebih  dekat dan saling menyayangi dalam sesamanya.
B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka kami dapat merumuskan masalah zakat sebagai berikut:
A.    Pengertian zakat
B.     Hukum zakat
C.     Pembagian zakat
D.    Orang yang berhak menerima zakat
E.     Orang yang tidak berhak menerima zakat
F.      Hikmah zakat.
C.      Tujuan penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makah yang berjudul zakat ini adalah untuk mengetahui bagaimana hakikat dari pada zakat itu sendiri, dan orang-orang yang berhak menerima zakat serta  orang-orang yang tidak berhak menerima zakat. Olehnya itu  dengan berzakat kita dapat mensucikan harta yyang kita miliki di samping itu pula dapat menghindarkan kita dari sifat kikir kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan dari orang yang berkelebihan harta. Sehingga harta yang di miliki dapat bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat kelak.

BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Zakat
Zakat menurut bahasa adalah tumbuh, berkembang, bertambah, mensucikan, dan membersihkan. Sedangkan pengertian zakat menurut istilah hokum islam zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu menurut sifat-sifattertentu dan diberikan kepada golongan atau orang-orang tertentu yang berhak menerimanya.

B.       Hukum Zakat
Adapun yang menjadi pedoman zakat dapat dilihat dalam qs. At-taubah ayat 103 yang berbunyi :
õè{ ô`ÏB öNÏlÎ;ºuqøBr& Zps%y|¹ öNèdãÎdgsÜè? NÍkŽÏj.tè?ur $pkÍ5  ( ÇÊÉÌÈ  
Artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[dan mensucikan mereka”.
Berdasrkan ayat diatas, diketahui bahwa tujuan disyariatkan zakat adalah untuk membersihkan dan menyucikan harta seorang muslim dari sesuatu yang tidak halal. Sebab harta yang telah mencapai nisab, dan tidak dikeluarkan zakatnya maka harta tersebut didalamnya terdapat barang haram, yaitu barang yang sesungguhnya menjadi hak orang lain yang berhak menerimanya.

C.      Pembagian Zakat
Zakat terbagi menjadi tiga yaitu :
1.      Zakat fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan kepada umat muslim pada bulan ramadhan /puasa  sampai menjelang shalat idul fitri yang tujuannya untuk membersihkan badan.
2.      Zakat mall.
Zakat mall adalah zakat yang di keluarkan olh orang-orang yang berkelebihan atau sudah cukup nisab. Yang tuujuannya untuk mensucikan harta yang dimilikinya dan terhindar dari sifat-sifat kikir.
3.      Zakat kontemporer
Zakat kontemporer adalah zakat yang tidak disebutkan di dalam nash maupun hadits seperti :
a.       Zakat perkebunan
Para fuqaha sependapat mengenai wajibnya zakat pada 4 macam tanamann perkebunan yaitu gandum, jewawut, kurma dan anggur kering..
b.      Zakat peternakan dan perikanan.
Para fuqaha bersepakat wajib zakat atas beberapa jenis binatang yaitu unta, kerbau, lembu, kambing, dan biri-biri.
c.       Zakat gaji atau upah.
Yag dimaksud dengan gaji atau upah adalah upah kerja yang di bayar di waktu yang tetap. Di samping gaji ada juga penghasilan lain, sebagai upah atau balas jasa atas suatu pekerjaan.
Masalah-masalah yang di atas merupakan garapan ijtihad, sebab nash tidak mengaturnya sekalipun demikian, menurut Masjfuq Zuhdi, bahwa semua macam penghasilan tersebut terkena hukum  zakat sebesar 2,5% berdasarkan firman Allah yang artinya : hai orang-orang yang beriman nafkakanlah di jalan Allah bagian dari hasil usahamu yang baik-baik.
d.      Zakat saham industry.
Masalah zakat saham, isdustri termaksud bidang garapan ijtihad, sebab tidak ada nash yang mengaturnya. Menurut  Masjfuq Juhdi, bahwa semua saham perusahaan/perseroan baik yang terjun dalam bidang perdagangan maupn dalam bidang industry wajib di zakati menurut kurs pada waktu mengeluarkan zakatnya, yaitu sebesar 2,5% setahun seperti zakat tizarah apabila telah mencapai nisab dan sudah haul.

D.      Orang Yang Berhak Menerima Zakat
Orang-orang yang berhak menerima zakat hanya mereka yang telah di tentukan Allah swt. Dalam Al-qur’an mereka itu terdiri atas 8 golongan. Sebagaimana firman Allah dalam QS.At-Taubah : 60 yang berbunyi :
* $yJ¯RÎ) àM»s%y¢Á9$# Ïä!#ts)àÿù=Ï9 ÈûüÅ3»|¡yJø9$#ur tû,Î#ÏJ»yèø9$#ur $pköŽn=tæ Ïpxÿ©9xsßJø9$#ur öNåkæ5qè=è% Îûur É>$s%Ìh9$# tûüÏB̍»tóø9$#ur Îûur È@Î6y «!$# Èûøó$#ur È@Î6¡¡9$# ( ZpŸÒƒÌsù šÆÏiB «!$# 3 ª!$#ur íOŠÎ=tæ ÒOÅ6ym ÇÏÉÈ  
Artinya :Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”
                Penjelasan ayat :
1.      Fakir adalah orang yang mempunyai harta, tetapi tidak cukup untuk keperluan hidupnya dalam 1 tahun.
2.      Miskin adalah orang tidak mempunyai sesuatupun.
3.      Amil adalah pengurus zakat
4.      Mualaf adalah orang yang baru masuk islam
5.      Hambasahaya adalah hamba yang telah di janjikan oleh tuannya boleh menebus dirinya dengan uang yang telah di tentukan oleh tuannya itu, ia diberi zakat sekedar penebus dirinya.
6.      Orang yang berutang adalah orang yang mempunyai utang sedangkan jumlah hartanya di luar utang tidak cukup satu nisap dia di beri zakat untuk membayar utangnya.
7.      Fisabilillah adalah orang yang berjuang di jalan Allah
8.      Musafir adalah orang yang dalam perjalanan.

E.       Orang Yang Tidak Berhak Menerima Zakat
Sebagaimana telah di jelaskan, orang yang berhak menerima zakat, ada 8 golongan. Dan orang-orang yang tidak berhak menerima zakat ada 5 golongan yaitu :
a.       Orang kaya dengan harta atau kaya dengan usaha dan penghasilan
b.      Hamba sahaya, karena mereka mendapat nafkan dari tuan mereka.
c.       Keturunan Rasulullah SAW.
d.      Orang dalam tanggungan yang berzakat artinya orang yang berzakat tidak memberikan zakatnya kepada orang yang dalam tanggungannya dengan nama fakit atau miskin, sedangkan mereka mendapat nafkan yang mencukupi.
e.       Orang yang tidak beragama islam.

F.       Hikmah Zakat
Adapun hikmah zakat adalah :
1.      Membersihkan jiwa dan harta.
2.      Sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih atas nikmat Allah yang di berikan kepada kita.
3.      Menolong orang yang lemah dan susah agar dia dapat menunaikan kewajibbannya kepada Allah dan terhadap manusia lainnya.
4.      Guan mendekatkan hubungan dan kasih saying dan cinta mencintai antara si miskin dan si kaya.
5.      Dapat membersihkann diri dari sifat kikir dan akhlak yang tercela serta mendidik diri agar bersifat mulia dan pemurah dengan membiasakan membayarkan amanah kepada orang yang berhak dan berkepentingan.
6.      Guna menjaga kejahatan yang akan timbul dari si miskin dan yang susah.

BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
zakat menurut bahasa adalah tumbuh, berkembang, bertambah, mensucikan, dan membersihkan. Sedangkan pengertian zakat menurut istilah hokum islam zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu menurut sifat-sifattertentu dan diberikan kepada golongan atau orang-orang tertentu yang berhak menerimanya.
zakat adalah untuk membersihkan dan menyucikan harta seorang muslim dari sesuatu yang tidak halal. Sebab harta yang telah mencapai nisab, dan tidak dikeluarkan zakatnya maka harta tersebut didalamnya terdapat barang haram, yaitu barang yang sesungguhnya menjadi hak orang lain yang berhak menerimanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar